Tugas Akuntan dan Etika yang Harus Dipedomani

Seorang akuntan adalah pekerjaan yang focus pada analisis informasi keuangan dan menyiapkan laporan keuangan pribadi atau perusahaan.

Laporan tersebut untuk menentukan atau memelihara arsip aset, kewajiban, keuntungan dan kerugian, untuk kewajiban pajak dan masalah keuangan lainnya dalam organisasi atau perusahaan.

Secara umum, akuntan memiliki lima tugas yang membantu sebuah perusahaan atau organisasi. Berikut lima tugas tersebut.

  1. Menyiapkan, meninjau, dan menganalisis catatan akuntansi, laporan keuangan, atau laporan keuangan untuk menilai keakuratan, kelengkapan, dan kepatuhan terhadap standar pelaporan dan prosedur operasi.
  2. Melaporkan kepada manajer tentang kondisi keuangan perusahaan.
  3. Menyusun tabel akun dan menempatkan mereka dalam judul yang sesuai.
  4. Membuat dan mendokumentasikan semua catatan keuangan perusahaan.
  5. Menghitung jumlah pajak yang harus dibayar dan menyiapkan formulir pajak penghasilan, pembayaran jaminan, pelaporan dan persyaratan pajak lainnya.

Berbagai Jenis Akuntan

Profesi akuntansi memiliki peran penting meningkatkan transparansi dan kualitas informasi atau laporan keuangan. Dalam melaksanakan tugasnya, akuntan juga harus berpegang pada standar akuntansi di Indonesia.

Etika tersebut akan dirinci lebih lanjut berdasarkan jenis akuntan yang ada di negara Indonesia, antara lain akuntan publik, akuntan internal, akuntan pemerintah, dan akuntan pendidik. Untuk mengetahui lebih jauh tentang salah satu profesi terpenting di perusahaan atau organisasi ini, yuk simak penjelasannya.

  1. Akuntan Publik

Dalam dunia akuntansi, seorang akuntan publik digambarkan sebagai akuntan independen yang tidak bekerja pada suatu perusahaan atau organisasi. Dalam menjalankan pekerjaannya, seorang akuntan publik memberikan jasa berdasar pada pembayaran yang dilakukan organisasi maupun perusahaan lain.

Dalam menjalankan profesinya, akuntan publik bekerja secara mandiri dan biasanya membuat kantor akuntan berbentuk perusahaan Firma (Fa) bersama rekannya. Untuk kategori ini, rata-rata tugas yang dilakukan adalah melakukan audit ataupun pemeriksaan, menyampaikan jasa penghitungan pajak, dan melayani jasa konsultasi manajemen lainnya.

  1. Akuntan internal

Akuntansi internal didefinisikan sebagai profesi akuntan yang bekerja di suatu perusahaan. Akuntan internal ini juga biasa disebut sebagai akuntan perusahaan. Tugas pokok seorang akuntan internal adalah mengatur sistem akuntansi di perusahaan, menyiapkan laporan keuangan untuk diaudit oleh pihak luar perusahaan, menyiapkan anggaran, menangani pajak, dan audit internal lainnya.

  1. Akuntan Pemerintah

Hampir sama seperti akuntan internal, akuntan pemerintah berarti bekerja di lembaga atau instansi pemerintah. Misalnya, kantor-kantor pemerintah seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Tidak seperti akuntan internal perusahaan, akuntan pemerintah, seperti yang bekerja di BPK, ditugaskan untuk mengaudit laporan keuangan berbagai kementerian, lembaga, maupun instansi pemerintah.

  1. Akuntan pendidik

Tanggung jawab pendidik akuntansi adalah melakukan pendidikan akuntansi, riset penelitian dan pengembangan sistem akuntansi, pengajaran dan juga merumuskan kurikulum pendidikan akuntansi di lembaga pendidikan.

Secara umum, akuntan pendidik tidak hanya mengajar. Ia juga bekerja sebagai akuntan publik atau akuntan lain yang menyediakan kebutuhan masyarakat untuk perusahaan.

Pedoman , Bidang Akuntan

Akuntan dalam menjalankan tugas dan fungsinya wajib berpegang teguh pada standar akuntansi yang berlaku di negara tersebut dalam menjalankan profesinya. Standar ini merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan dalam sebuah profesi.

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa hasil audit atau laporan keuangan yang dibuat tidak berbeda dengan yang dibuat oleh akuntan lain. Oleh karena itu, seorang akuntan dituntut untuk menjaga profesionalisme dan meningkatkan kejujuran.

  1. Pedoman

Sebagai salah satu profesi yang menuntut profesionalisme total, akuntan harus menjalankan tugasnya sesuai dengan kode etik profesi, yang merupakan aturan yang mendasari keberadaan profesi dan dasar pembentukan kepercayaan masyarakat.

Dalam dunia akuntansi, kode etik ini ditetapkan dan diawasi oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Lembaga atau organisasi tersebut mengatur etika akuntan di Indonesia agar sesuai dengan tanggung jawab profesionalnya. Ini berisi prinsip-prinsip atau pedoman berikut:

 

  • Tanggung jawab profesional, adalah menjaga penggunaan pertimbangan moral dan profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
  • Kepentingan publik, adalah bertindak dalam kerangka pelayanan publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen profesionalisme.
  • Integritas, adalah memelihara dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
  • Objektivitas, yaitu harus netral dan bebas dari konflik kepentingan pihak atau individu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas profesional.
  • Temukan standar kompetensi dan kebijakan.
  • Confidentiality, yaitu menghormati informasi dan tidak menyebarkannya untuk memberikan layanan profesional.
  • Standar teknis, yaitu melakukan tugas-tugas seperti pembuatan laporan dan audit sesuai standar yang ada dan relevan.
  1. Bidang akuntan

Keempat jenis akuntan yang dijelaskan sebelumnya dapat dikelompokkan lagi dalam bidang akuntansi yang terkait. Berdasarkan bermacam –macam literatur akuntansi, bidang profesi akuntan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu pertama akuntansi keuangan dan kedua akuntansi manajemen.

Akuntansi keuangan didefinisikan sebagai akuntansi atau pembukuan yang tujuannya memberikan laporan keuangan untuk kepentingan pihak luar. Namun, yang dimaksud dengan pihak eksternal ini tidak berarti organisasi atau perusahaan lain, jadi satu-satunya akuntan dalam kategori ini adalah akuntan publik, kan!

Akuntansi manajemen dapat diartikan akuntansi yang memberikan hasil informasi untuk kepentingan manajemen. Jenis informasi yang dibutuhkan dalam bidang akuntansi kedua ini lebih mendalam dan menjadi dasar bagi manajemen suatu organisasi atau perusahaan dalam mengambil keputusan.

Perbedaan antara Akuntan dan Auditor

Akuntan sering diperlakukan sama dengan auditor. Meskipun pekerjaan mereka kaitannya dengan pelaporan keuangan maupun manajemen suatu organisasi atau perusahaan, kedua profesi ini sangat berbeda. Salah satu yang paling jelas adalah bahwa auditor dapat dan harus memberikan pendapat atas laporan yang diaudit, dan akuntan tidak dapat memberikan pendapat.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai profesi auditor yang dapat menjelaskan perbedaan antara akuntan dan akuntan.

  1. Akuntan

Khusus untuk akuntan publik baru dapat menjalankan kewajibannya setelah mendapat izin dari Menteri Keuangan. Ketentuan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008 tentang Akuntan Publik di Indonesia.

Izin yang diberikan pada akuntan wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut.

Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) dengan menunjukkan KTP.

Mempunyai nomor registrasi negara bagian untuk akuntan.

Lulus ujian sertifikasi diadakan IAPI.

Tanggal kelulusan yang lewat dua tahun harus menyerahkan bukti bahwa mereka sedang menempuh Pendidikan Profesi Berkelanjutan (PPL) dengan persyaratan tertentu.

Setidaknya 1.000 jam pengalaman praktis di bidang audit umum laporan keuangan selama lima tahun terakhir.

Mumpunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Ia tidak pernah dihukum karena mencabut izin akuntan publiknya.

Tidak bersama di posisi lain.

  1. Auditor

Auditor sebagai orang yang melakukan audit. Audit adalah evaluasi menyeluruh atas kualitas produk, termasuk keadaan sistem perusahaan, organisasi, dan proses kerja secara berkala. Auditor dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

Auditor pemerintah bertanggung jawab untuk mengaudit keuangan kementerian/lembaga dan lembaga pemerintah. Di dalam negeri terdapat dua auditor pemerintah, yaitu auditor eksternal pemerintah, yang dilakukan oleh BPK sesuai dengan Pasal 23 Ayat 5 UUD 1945.

Auditor independen atau publik yang melakukan pekerjaan fungsi audit atas laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaanatau organisasi. Dalam audit atas laporan keuangan tersebut, auditor biasanya memiliki klien seperti perusahaan besar termasuk perusahaan publik atau perusahaan publik (tbk).

Selain kedua jenis pemeriksa tersebut, pemeriksa pajak yang berkantor di bawah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) juga termasuk dalam jenis pemeriksa di Indonesia. Di Kementerian Keuangan, pemeriksa pajak bertanggung jawab atas penerimaan negara dari sektor perpajakan dan penegakan hukum untuk menegakkan ketentuan perpajakan.

Memahami Tugas Akuntan dan Etika Terpimpin

Setelah melakukan audit, auditor akan menyimpulkan dalam bentuk opini, yaitu:

Pengungkapan tanpa syarat, artinya laporan keuangan sesuai dengan prinsip, tidak berubah, mengandung kejelasan, dan bebas dari ketidakpastian.

Pendapat wajar dengan pengecualian adalah adanya keberatan atau pengecualian dari auditor atas penyajian laporan keuangan.

Tidak setuju, berarti auditor tidak setuju dengan laporan keuangan yang disajikan.

Menolak untuk memberikan pendapat, itu adalah laporan yang diaudit tidak diragukan lagi.

Perbedaan lain dalam profesi adalah tugas yang dilakukan. Akuntan fokus pada penyusunan, penyusunan, pengembangan, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan laporan keuangan dan pajak. Ketika auditor fokus untuk mengaudit apa yang ditunjukkan oleh organisasi atau perusahaan.