Pengertian Pailit dan Cara Mencegahnya

Pailit adalah suatu proses di mana seorang debitur mengalami kesulitan untuk melunasi utang-utangnya dan kemudian dinyatakan pailit di pengadilan. Pengadilan yang berhak mengajukan gugatan adalah pengadilan arbitrase, karena debitur dianggap tidak mampu membayar utangnya. Karena debitur tidak dapat membayar utangnya, maka harta debitur akan dibagi kepada para kreditur berdasar putusan pengadilan atau undang-undang yang berlaku.

Syarat pengajuan permohonan pailit

Suatu perusahaan dapat mengajukan pailit jika memenuhi persyaratan undang-undang kepailitan. Kondisi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Perusahaan memiliki hutang
  • Ada hutang yang harus dibayar dan bisa ditagih
  • Ada debitur
  • Ketersediaan kreditur (lebih dari satu kreditur)
  • Pernyataan pailit
  • Menyatakan pailit oleh pengadilan arbitrase
  • Tata cara pengajuan permohonan pailit
  • Pihak yang berhak mengajukan permohonan pailit:
  • Debitur harus mengajukan permohonan pailit tanpa paksaan.
  • Atas permintaan satu atau lebih kreditur.
  • Kejaksaan atas nama kepentingan umum.
  • Bank Indonesia, yang dari sudut pandang debitur telah diidentifikasi sebagai lembaga perbankan.
  • Badan Pengawas Pasar Modal dalam hal debiturnya adalah perusahaan efek.
  • Langkah-langkah menuju kebangkrutan:

Permohonan pailit, syaratnya diatur dalam UU no. 4 tahun 1998

Putusan pailit berlaku untuk waktu yang tidak ditentukan dan tidak dapat diganggu gugat. Batas waktu pengajuan permohonan pailit sebelum putusan pailit diucapkan adalah berlaku selamanya selama 90 hari.

Rapat kontrol, atau rapat pendaftaran utang usaha. Rapat ini akan mengumpulkan data jumlah nominal utang dan piutang yang dimiliki oleh debitur. Verifikasi utang ini penting karena akan menentukan bagaimana hak-hak kreditur ditinjau.

Damai, proses ini harus selalu menjadi agenda. Jika proses perdamaian berhasil, proses kebangkrutan tidak akan berlanjut dan berakhir. Namun, jika proses ini tidak dimulai, ia melanjutkan ke langkah berikutnya.

Persetujuan perjanjian, proses permohonan ratifikasi dilakukan oleh Pengadilan Niaga, ini dilakukan jika proses perdamaian ditempuh.

Insolvency, suatu keadaan dimana debitur dinyatakan sama sekali tidak mampu membayar utangnya karena jumlah harta kekayaan yang dimiliki debitur lebih kecil dari jumlah yang terutang.

Dalam penyelesaian atau likuidasi, harta debitur akan dijual dan dibagikan kepada kreditur yang telah disepakati setelah dikurangi biaya-biayanya.

Rehabilitasi, yaitu upaya mengembalikan nama baik kreditur. Hal ini dilakukan hanya jika dunia diterima, dan jika ditolak, maka proses rehabilitasi tidak diperlukan.

Kebangkrutan berakhir.

Syarat pengajuan permohonan pailit

  • Memiliki hutang dan setidaknya ada satu hutang yang harus dibayar dan dapat dipulihkan.
  • Ada debitur
  • Ketersediaan kreditur (lebih dari satu kreditur)
  • Memiliki pernyataan pailit
  • Ada permohonan pailit dari Pengadilan Niaga.
  • Alasan kebangkrutan
  • Terjadinya kebangkrutan dapat disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:

Ada hutang yang tidak bisa dibayar

Di perusahaan, proses inovasi melambat atau bahkan inovasi bisnis berhenti.

Kegagalan mengungkapkan apa yang dibutuhkan konsumen sehingga tidak dapat menyediakan barang atau jasa yang diterima di pasar.

Kurangnya pengawasan terhadap perkembangan atau pergerakan pesaing, sehingga tertinggal dan tidak dapat bersaing di pasar.

Menetapkan harga yang terlalu tinggi untuk produk sejenis di pasaran agar konsumen tidak memilihnya.

Alasan kebangkrutan juga bisa timbul dari ekspansi yang berlebihan, pengeluaran yang tidak terkendali, penipuan dan lain-lain.

Bagaimana mencegah kebangkrutan?

Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah kebangkrutan:

Lakukan manajemen keuangan yang baik.

Penciptaan dan implementasi strategi bisnis yang efektif dan efisien.

Lakukan penilaian bisnis secara teratur sehingga Anda dapat mengetahui alasan kurangnya kemajuan dalam bisnis Anda sendiri.

Menyediakan pelanggan dengan layanan yang lebih baik

Lebih terbuka terhadap inovasi dengan melihat ide-ide dari berbagai anggota perusahaan.

Berpartisipasilah dalam pelatihan dan cari pendapat profesional untuk mengembangkan bisnis Anda.

Perbedaan antara kebangkrutan dan kebangkrutan

Kebangkrutan dan kebangkrutan adalah dua hal yang ingin dihindari oleh para pebisnis. Namun, mereka sebenarnya memiliki aplikasi yang berbeda. Kepailitan atau pailit didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana suatu kerugian yang besar mengakibatkan jatuhnya perusahaan dan kebangkrutannya. Hal ini disebabkan karena perusahaan dalam kondisi keuangan yang tidak sehat, karena tidak dapat menutupi kerugian yang ditimbulkan. Menurut Putusan Mahkamah Konstitusi No. 18/PUU-VI/2008 hal.27, kepailitan terjadi karena salah urus dan faktor eksternal di luar kendali badan usaha.

Sedangkan kebangkrutan adalah suatu kondisi yang dapat terjadi walaupun kondisi keuangan perusahaan dinyatakan sehat. Pasalnya, perusahaan tersebut terlilit utang. Menurut ayat 1 Pasal 2, perusahaan dapat dinyatakan pailit dengan putusan pengadilan bilamana  debitur memiliki dua atau lebih kreditur, dan hutang yang tidak dilunasi serta tidak dapat ditagih dalam waktu yang ditentukan. Perusahaan juga dapat mengajukan kebangkrutan itu sendiri.

Contoh kasus kebangkrutan di Indonesia

Perusahaan Meneer, TPI, PT, telah mengalami beberapa kebangkrutan perusahaan besar di Indonesia. Nusantara Life Insurance, Multicon Container, Bali Kuta Residence, Akira, PT Sariwangi Land Agriculture Service (PSAB) dan PT Airline Plantation Indorub Sumber Wadung (MPISW), yang dinyatakan pailit oleh pengadilan niaga dengan total utang Rp 1,5 triliun.